Rabu, 21 Maret 2012

PERUBAHAN KEBUDAYAAN KARENA PENGARUH DARI LUAR



Perubahan dirasakan oleh hampir semua manusia dalam masyarakat. Perubahan dalam masyarakat tersebut wajar, mengingat manusia memiliki kebutuhan yang tidak terbatas. Kalian akan dapat melihat perubahan itu setelah membandingkan keadaan pada beberapa waktu lalu dengan keadaan sekarang. Perubahan itu dapat terjadi di berbagai aspek kehidupan, seperti peralatan dan perlengkapan hidup, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem pengetahuan, serta religi/keyakinan. Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian, yang meliputi kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat dan lainnya.

Banyak faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan dimasa sekarang ini, misalnya masuknya budaya asing. Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa. Namun pada kenyataannya budaya asing mulai mendominasi sehingga budaya lokal mulai dilupakan. Faktor lain yang menjadi masalah adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya peranan budaya lokal. Budaya lokal adalah identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, budaya lokal harus terus dijaga keaslian maupun kepemilikannya agar tidak dapat diakui oleh negara lain. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan budaya asing masuk asalkan sesuai dengan kepribadian negara karena suatu negara juga membutuhkan input-input dari negara lain yang akan berpengaruh terhadap perkembangan di negranya.
Berikut beberapa hal yang dapat kita simak dalam rangka melestarikan budaya. :
1.      Kekuatan
·   Keanekaragaman budaya lokal yang ada di Indonesia
Indonesia memiliki keanekaragaman budaya local, budaya lokal yang dimiliki Indonesia berbeda-beda pada setiap daerah. Tiap daerah memiliki ciri khas budayanya, seperti rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut.
§ Kekhasan budaya Indonesia
Kekhasan budaya lokal yang dimiliki setiap daerah di Indonesia memliki kekuatan tersediri. Misalnya rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut.

§ Kebudayaan Lokal menjadi sumber ketahanan budaya bangsa
Kesatuan budaya lokal yang dimiliki Indonesia merupakan budaya bangsa yang mewakili identitas negara Indonesia.




2.     Kelemahan
§Kurangnya kesadaran masyarakat
Kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya lokal sekarang ini masih terbilang minim. Masyarakat lebih memilih budaya asing yang lebih praktis dan sesuai dengan perkembangan zaman.


§ Minimnya komunikasi budaya
Kemampuan untuk berkomunikasi sangat penting agar tidak terjadi salah pahaman tentang budaya yang dianut. Minimnya komunikasi budaya ini sering menimbulkan perselisihan antarsuku yang akan berdampak turunnya ketahanan budaya bangsa.

§ Kurangnya pembelajaran budaya
Pembelajaran tentang budaya, harus ditanamkan sejak dini. Namun sekarang ini banyak yang sudah tidak menganggap penting mempelajari budaya lokal.

3.     Peluang
§ Indonesia dipandang dunia Internasional karena kekuatan budayanya
Apabila budaya lokal dapat di jaga dengan baik, Indonesia akan di pandang sebagai negara yang dapat mempertahankan identitasnya di mata Internasioanal.
§ Kuatnya budaya bangsa, memperkokoh rasa persatuan
Usaha masyarakat dalam mempertahankan budaya lokal agar dapat memperkokoh budaya bangsa, juga dapat memperkokoh persatuan. Karena adanya saling menghormati antara budaya lokal sehingga dapat bersatu menjadi budaya bangsa yang kokoh.
§ Kemajuan pariwisata
Budaya lokal Indonesia sering kali menarik perhatian para turis mancanegara. Ini dapat dijadikan objek wisata yang akan menghasilkan devisa bagi negara. Akan tetapi hal ini juga harus diwaspadai karena banyaknya aksi pembajakan  budaya yang mungkin terjadi.
§ Multikuturalisme
Dalam artikelnya, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning, Riau, Dr Junaidi SS MHum, mengatakan bahwa multikulturalisme meberikan peluang bagi kebangkitan etnik dan kudaya lokal Indonesia. Dua pilar yang mendukung pemahaman ini adalah pendidikan budaya dan komunikasi antar budaya.

4.     Tantangan
§ Perubahan lingkungan alam dan fisik
Perubahan lingkungan alam dan fisik menjadi tantangan tersendiri bagi suatu negara untuk mempertahankan budaya lokalnya. Karena seiring perubahan lingkungan alam dan fisik, pola piker serta pola hidup masyakrkat juga ikt berubah
§ Kemajuan Teknologi
Meskipun dipandang banyak memberikan banyak manfaat, kemajuan teknologi ternyata menjadi salah satu factor yang menyebabkan ditinggalkannya budaya lokal. Misalnya, sistem sasi (sistem asli masyarakat dalam mengelola sumber daya kelautan/daratan) dikawasan Maluku dan Irian Jaya. Sistem sasi mengatur tata cara sertamusim penangkapan iakn di wilayah adatnya, namun hal ini mulai tidak di lupakan oleh masyarakatnya.
§ Masuknya Budaya Asing
Masuknya budaya asing menjadi tantangan tersendiri agar budaya lokal tetap terjaga. Dalam hal ini, peran budaya lokal diperlukan sebagai penyeimbang di tengah perkembangan zaman.


Peran Kebudayaan dalam Pendidikan di Era Globalisasi


Peran Kebudayaan dalam Pendidikan di Era Globalisasi

Sekarang ini masyarakat dunia, termasuk Indonesia, sedang masuk dalam era globaliasi.  Singkatnya kata “Globalisasi” sepertinya sudah menjadi milik umum meski entah berapa persen dari masyarakat yang betul-betul memahami pengertian dari globalisasi itu sendiri. 
Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan.

Istilah globalisasi begitu mudah diterima atau dikenal masyarakat seluruh dunia. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar.

Derasnya arus globalisasi yang berimplikasi pada semua bidang kehidupan, membawa bangsa Indonesia berhadapan dengan tantangan global. Krisis multidimesional  yang bermula dari krisis moneter, ekonomi, politik, hukum hingga konflik sosial yang memuncak menjadi krisis kepercayaan berkepanjangan. Krisis tersebut pada hakekatnya adalah krisis kualitas kemandirian manusia Indonesia yang mencerminkan budaya bangsa yang makin memudar. Dalam arti sistem nilai yang hidup dinamis di masyarakat sebagai jati diri bangsa, hal ini berakibat pada perubahan budaya.
Di sisi lain tumbuh dorongan untuk menyesuaikan dengan kemajuan dan perkembangan jaman, sehingga timbul konflik budaya yang mengurangi keseimbangan budaya bangsa.Kebudayaan suatu bangsa wajib dipertahankan dan dikembangkan, sebab berfungsi sebagai filter (counter culture) dan motor penggerak dalam meningkatkan kreatifitas yang tinggi, ketahanan jati diri, dan kelangsungan hidup suatu bangsa. Salah satu agency yang memungkinkan melakukan proses ini adalah institusi pendidikan. Maka pendidikan nasional perlu disusun sebagai usaha sadar menjaga bangsa Indonesia dari kehilangan jati diri sekaligus mempertahankan kelangsungan hidup nilai-nilai bangsanya dari satu generasi ke generasi.

Peran Kebudayaan dalam Pendidikan di Era Globalisasi

Peran Kebudayaan dalam Pendidikan di Era Globalisasi

Sekarang ini masyarakat dunia, termasuk Indonesia, sedang masuk dalam era globaliasi.  Singkatnya kata “Globalisasi” sepertinya sudah menjadi milik umum meski entah berapa persen dari masyarakat yang betul-betul memahami pengertian dari globalisasi itu sendiri. 
Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan.

Istilah globalisasi begitu mudah diterima atau dikenal masyarakat seluruh dunia. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar.

Derasnya arus globalisasi yang berimplikasi pada semua bidang kehidupan, membawa bangsa Indonesia berhadapan dengan tantangan global. Krisis multidimesional  yang bermula dari krisis moneter, ekonomi, politik, hukum hingga konflik sosial yang memuncak menjadi krisis kepercayaan berkepanjangan. Krisis tersebut pada hakekatnya adalah krisis kualitas kemandirian manusia Indonesia yang mencerminkan budaya bangsa yang makin memudar. Dalam arti sistem nilai yang hidup dinamis di masyarakat sebagai jati diri bangsa, hal ini berakibat pada perubahan budaya.
Di sisi lain tumbuh dorongan untuk menyesuaikan dengan kemajuan dan perkembangan jaman, sehingga timbul konflik budaya yang mengurangi keseimbangan budaya bangsa. Kebudayaan suatu bangsa wajib dipertahankan dan dikembangkan, sebab berfungsi sebagai filter (counter culture) dan motor penggerak dalam meningkatkan kreatifitas yang tinggi, ketahanan jati diri, dan kelangsungan hidup suatu bangsa. Salah satu agency yang memungkinkan melakukan proses ini adalah institusi pendidikan. Maka pendidikan nasional perlu disusun sebagai usaha sadar menjaga bangsa Indonesia dari kehilangan jati diri sekaligus mempertahankan kelangsungan hidup nilai-nilai bangsanya dari satu generasi ke generasi.



WUJUD KEBUDAYAAN


WUJUD KEBUDAYAAN

Didalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu lekat dengan kebudayaan. Kebudayaan tidak mungkin timbul tanpa adanya manusia/masyarakat. Kebudayaan didapat dari hasil turun temurun nenek moyang. Kebudayaan mereka jaga dan lestarikan agar kebudayaan yang mereka punya tidak hilang ditelan oleh zaman yang saat ini, untuk itu manusia mengajari dan memperkenalkan kepada garis keturunan mereka tentang kebudayaan yang mereka miliki. Untuk dapat memahami arti dari kebudayaan, kita harus mengerti tentang seluk beluk masyarakat. Dan untuk  mendapatkan wawasan yang luas tentang masyarakat, kita harus memahami hakikat kebudayaan. Jadi yang melatarbelakangi timbulnya kebudayaan adalah masyarakat yang dimana masyarakat tak lepas dari individu.
Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan  dalam bahasa Belanda adalah cultur, dalam bahasa Inggris adalah culture, sedangkan dalam bahasa Arab adalah tsaqafah (berasal dari perkatan  latin yaitu “colere” yang mempunyai arti mengolah, mengerjakan, menyuburkan dan mengembangkan, terutama mengolah tanah atau bertani. Kebudayaan itu segala daya dan aktivitas manusia untuk  mengolah dan mengubah alam. Jadi, pengertian kebudayaan adalah hasil ciptaan manusia yang hidup dalam masyarakat, dari hidup bermasyarakat itulah maka timbullah kebudayaan.
Ditinjau dari sudut bahasa Indonesia, kebudayaan berasal dari bahasa sanksekerta yaitu “buddhayah”, bentuk jamak dari kata buddhi yang berarti budi atau akal. Pendapat lain mengatakan, bahwa kata budaya adalah sebagai suatu perkembangan dari kata majemuk budidaya, yang berarti daya dan budi. Karena itu mereka membedakan antara budaya dan kebudayaan. Budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, karsa dan rasa; dan kebudayaan adalah hasil dari cipta, karsa dan rasa tersebut.
C.Kluchohn dan W H. Kelly , Rumusannya berbunyi bahwa; kebudayaan adalah pola untuk  hidup yang tercipta dalam sejarah, yang explicit, implicit, rasional, irrasional yang terdapat pada setiap waktu sebagai pedoman-pedoman yang potensial bagi tingkah laku manusia.
E. B. Taylor adalah  Ahli antropologi  merumuskan tentang definisi dari kebudayaan secara sistematis dan ilmiah, yang menulis buku yang berjudul “primitive culture”, bahwa keseluruhan  yang kompleks, yang didalamnya terkandung ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan yang lain, serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat disebut kebudayaan.
Menurut  R. Linton dalam buku “The cultural background of personality” bahwa kebudayaan adalah konfigurasi dari tigkah laku yang dipelajari dan hasil tingkah laku, yang unsur-unsur pembentukannya didukung dan diteruskan oleh anggota dari masyarakat tertentu.
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga yaitu :
1.      Gagasan
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh.
2.      Aktivitas
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu.
3.      Artefak.
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan
Sepintas definisi-definisi tersebut kelihatan berbeda namun sebenarnya mempunyai prinsip yang sama yaitu sama-sama mengikuti adanya ciptaan manusia. Dapat kita simpulkan bahwa kebudayaan adalah hasil buah dari manusia untuk  mencapai kesempurnaan hidup.
Hasil budaya manusia dapat dibagi menjadi 2 macam :
  1. Kebudayaan material (lahir) yaitu kebudayaan yang berwujud kebendaan. Misalnya : rumah, gedung, alat-alat senjata, mesin-mesin, pakaian, dan sebagainya.
  2. Kebudayaan immaterial (spiritual sama dengan batin) yaitu kebudayaan adat istiadat, bahasa, ilmu pengetahuan dan sebagainya.
Pada diri manusia memang terdapat  unsur-unsur potensi budaya yaitu sebagai berikut :
  1. Pikiran atau cipta yaitu kemampuan akal pikir yang menimbulkan ilmu pengetahuan, pada diri manusia selalu ada dorongan ingin tahu akan rahasia alam semesta ini.  Dengan akal pikirnya manusia selalu mencari, mencoba menyelidiki dan kemudian menemukan sesuatu yang baru.
  2. Rasa yaitu dengan panca indera manusia dapat mengembangkan rasa estetika atau rasa indah, dan menimbulkan kesenian.

Prof. Dr. Koentjoroningrat merumuskan tentang wujud kebudayaan menjadi 3 macam yaitu:
  1. Wujud kebudayaan sebagai kompleks dari  ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya.
  2. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
  3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.

Penjelasan dari yang dirumuskan oleh Prof. Dr. Koentjoroningrat :
·         Wujud pertama adalah wujud ideal kebudayaan. Sifatnya adalah abstrak, tidak dapat diraba dan difoto. Letaknya di dalam alam pikiran manusia.

·         Wujud kedua adalah sistem sosial atau sosial sistem, mengenai tindakan berpola  manusia itu sendiri. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi satu dengan lainnya dari waktu ke waktu, yang selalu menurut pola tertentu. Sistem sosial ini bersifat konkrit sehingga bisa diobservasi, difoto dan didokumentir.

·         Wujud ketiga adalah yang disebut kebudayaan fisik, yaitu seluruh hasil fisik  karya manusia dalam masyarakat. Sifatnya sangat konkrit berupa benda-benda yang bisa diraba, difoto dan dilihat. Ketiga wujud kebudayaan tersebut di atas dalam kehidupan ideal dan adat-istiadat mengatur dan mengarahkan tindakan  manusia baik gagasan, tindakan dan karya manusia, menghasilkan benda-benda kebudayaan secara fisik. Sebaliknya kebudayaan fisik membentuk lingkungan hidup tertentu yang makin menjauhkan mansia dari lingkungan alamnya sehingga bisa mempengaruhi pola berpikir dan berbuatnya.

PROBLEMATIKA GAYA HIDUP REMAJA DI ERA GLOBALISASI

PROBLEMATIKA GAYA HIDUP REMAJA DI ERA GLOBALISASI

Akhir-akhir  ini banyak sekali berbagai penyimpangan moral yang terjadi di kalangan masyarakat Indonesia. Contohnya seperti tawuran antar pelajar, perkelahian antar genk, perilaku seks bebas & narkoba , dan  gaya hidup tidak beraturan. Di kalangan pejabat, korupsi masih merupakan persoalan yang sangat mengerikan di Indonesia. Masyarakat secara umum pada akhirnya kehilangan rujukan keteladanan, sehingga krisis moral semakin meluas.
Pertama saya akan membahas tentang perkelahian antar genk. Di kalangan generasi muda, mucul fenomena genk. Hampir semua SMA di Jakarta memiliki genk. Alasan mendirikan genk tersebut pada intinya sama yaitu membentuk solidaritas untuk tawuran dengan sekolah lain. Misalnya di kalangan sebuah siswa SMA di Bawean terdapat genk sekolah yang sudah tradisi terbentuk setiap angkatan. Anggotanya adalah mayoritas angkatan itu. Contohnya adalah genk “Neko-neko Dikeroyok” (NERO) adalah salah satu genk remaja putri di Jawa Tengah yang cukup populer. Anggota genk Nero sering melakukan penganiayaan terhadap remaja putri SMP dengan alasan mereka tidak suka kalau ada perempuan lain yang melebihi apa yang mereka miliki, misalnya terkait pakaian, gaya rambut atau penampilan lainnya. Parahnya, penganiayaan tersebut mereka rekam melalui video HP kemudian mereka sebarkan.
Yang kedua saya akan membahas tentang gaya hidup tidak beraturan. Gaya hidup masyarakat di Indonesia sangat memperhatikan. Hal ini disebabkan oleh pola pikir masyarakat kota besar yang menghendaki kehidupan yang sebebas-bebasnya sehingga budaya-budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan kita mudah masuk dan berkembang dengan cepat  Norma-norma kesusilaan dan kesopanan sudah tidak menjadi tolok ukur kepribadian masing-masing.

Dan yang ketiga saya akan membahas tentang narkoba dan seks bebas. Berbicara mengenai moral dan mental generasi muda pasti tidak lepas dari lingkungan yang menjadi tempat bagi mereka bersosialisasi. Dampak negatif yang langsung berkaitan dengan generasi muda yang sangat berbahaya, yaitu narkoba dan seks bebas. Narkoba mudah masuk pada generasi muda karena generasi muda sekarang susah diatur dan jiwa labil. Mereka cenderung dibuat-buat dengan alasan mengikuti tren yang ada. Bahayanya justru tren yang mereka ikuti itu merupakan tren yang banyak mengarah pada pemakaian narkoba. Penyebabnya, mereka seolah-olah memiliki banyak masalah dan akhirnya lari pada narkoba, yang sebetulnya mereka sendiri yang secara sadar maupun tidak sadar menciptakan masalah itu sendiri.

Hal yang tidak lepas dari kehidupan narkoba, yaitu seks bebas. Contoh-contoh yang menyebabkan hal berikut adalah sebagai berikut :
1.      Media cetak pada era sekarang ini mempertontonkan hal-hal yang tidak sesuai dengan norma-norma yang ada di masyarakat.
2.      Komik yang banyak dibaca anak-anak sudah dimasukin unsur-unsur pornografi.
3.      lkIan di media elektronik mengandung unsur pornografi untuk menarik perhatian konsumen.
4.      Maraknya peredaran VCD
5.      Penyalahgunaan internet oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab
6.      Dan masih banyak lagi.

Penanggulangan dari masalah ini adalah :
1.      Generasi itu sendiri dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan
2.      Orangtua agar lebih fokus memperhatikan anak-anaknya agar memiliki mental yang baik.
3.      Aparat keamanan sebaiknya bisa menindak oknum-oknum yang berkaitan dengan masalah tersebut.
4.      Meningkatkan kualitas pendidikan terutama di sekolah

SUMBER: http://cahyadi-takariawan.web.id/?p=1020

KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR


KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
Kepribadian bangsa timur adalah sikap yang dimiliki oleh suatu negara untuk menentukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan. Manusia tidak dapat berdiri sendiri dan manusia juga membutuhkan manusia lainnya untuk dapat bertahan hidup. Rasa kebersamaan yang kuat bisa disebut juga sebagai kepribadian bangsa.
Kepribadian bangsa timur sangat berbeda dengan kepribadian bangsa barat, dari wilayahnya pun sangat berbeda, lingkungan, dan gaya hidupnya. terutama dalam kepribadian setiap bangsa seperti bangsa barat dan timur dari kepribadian,kebudayaan dan kebiasaan berbeda. Bangsa timur adalah bangsa yang dikenal sangat baik dan ramah. mempunyai sifat toleransi yang tinggi dan saling tolong menolong.
Sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan oleh adanya kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu sendiri. Di Indonesia banyak kebudayaan dan kepribadian yang ada, karena seperti yang kita ketahui, bahwa Indonesia memiliki banyak suku sehingga dengan pasti kebudayaannya pun berbeda. Pada dasarnya masyarakat daerah timur contohnya Indonesia, terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada di Indonesia.
Sistem sosial meliputi hubungan dan kegiatan sosial di dalam masyarakat. Sistem teknologi meliputi segala perhatian serta penggunaanya, sesuai dengan nilai budaya yang berlaku. Pada saat unsur-unsur masing-masing kebudayaan saling menyusup. Proses migrasi besar-besaran, dahulu kala, mempermudah berlangsungnya akulturasi tersebut.
Unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang mudah dipakai dan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. Contohnya : komputer, handphone,  dan lain – lain.

Unsur-unsur kebudayaan asing yang sulit diterima yaitu  :
  • Unsur-unsur yang mempelajari taraf pertama proses sosialisasi. Contohnya adalah makanan pokok masyarakat.
  • Generasi muda cepat menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya generasi tua, dianggap sebagai orang-orang kolot yang susah menerima unsur baru.
  •    Unsur-unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi, falsafah hidup dan lain-lain.
  • Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi, selalu ada kelompok-kelompok individu yang sukar sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.


Bangsa timur sangat identik dengan benua asia yang penduduknya sebagian besar berambut hitam, berkulit sawo matang dan adapula yang berkulit putih, cara berpakaian orang timur lebih sopan dan tertutup mungkin karena orang timur kebanyakan memeluk agama islam dan menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku. Namun di zaman sekarang ini, banyak orang-orang timur meniru/mengikuti kebiasaan orang barat. Kebiasaan orang barat yang sangat bertentangan dengan kebiasaan orang timur dapat memengaruhi kejiwaan orang timur itu sendiri.
Di dunia terdapat macam-macam bangsa dan suku. Jika di kelompokan dalam kelompok besar biasa di kenal dengan bangsa timur dan barat meski memiliki karakter yang berbeda secara fisik dan psikis namun mereka dapat bekerja sama dengan baik bahkan bangsa barat yang datang ke indonesia mengatakan bahwa bangsa timur ramah tamah walau pun berbeda suku namun tetap memiliki kesamaan yaitu menjaga budaya dan adat istiadat masin-masing.
Kita tidak bisa mengatakan bahwa budaya timur itu lebih baik daripada budaya barat , situasi dan kondisi  sangat berperan penting untuk menentukan berdasarkan budaya mana orang harus menyelesaikan suatu masalah.
Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru diantaranya sebagai berikut :
    •    Pandangan hidup dan nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama.
    • suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
    •  Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru. Misalnya sistem otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan baru.
    •  Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas. Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut