Rabu, 21 Maret 2012

Peran Kebudayaan dalam Pendidikan di Era Globalisasi

Peran Kebudayaan dalam Pendidikan di Era Globalisasi

Sekarang ini masyarakat dunia, termasuk Indonesia, sedang masuk dalam era globaliasi.  Singkatnya kata “Globalisasi” sepertinya sudah menjadi milik umum meski entah berapa persen dari masyarakat yang betul-betul memahami pengertian dari globalisasi itu sendiri. 
Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan.

Istilah globalisasi begitu mudah diterima atau dikenal masyarakat seluruh dunia. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar.

Derasnya arus globalisasi yang berimplikasi pada semua bidang kehidupan, membawa bangsa Indonesia berhadapan dengan tantangan global. Krisis multidimesional  yang bermula dari krisis moneter, ekonomi, politik, hukum hingga konflik sosial yang memuncak menjadi krisis kepercayaan berkepanjangan. Krisis tersebut pada hakekatnya adalah krisis kualitas kemandirian manusia Indonesia yang mencerminkan budaya bangsa yang makin memudar. Dalam arti sistem nilai yang hidup dinamis di masyarakat sebagai jati diri bangsa, hal ini berakibat pada perubahan budaya.
Di sisi lain tumbuh dorongan untuk menyesuaikan dengan kemajuan dan perkembangan jaman, sehingga timbul konflik budaya yang mengurangi keseimbangan budaya bangsa. Kebudayaan suatu bangsa wajib dipertahankan dan dikembangkan, sebab berfungsi sebagai filter (counter culture) dan motor penggerak dalam meningkatkan kreatifitas yang tinggi, ketahanan jati diri, dan kelangsungan hidup suatu bangsa. Salah satu agency yang memungkinkan melakukan proses ini adalah institusi pendidikan. Maka pendidikan nasional perlu disusun sebagai usaha sadar menjaga bangsa Indonesia dari kehilangan jati diri sekaligus mempertahankan kelangsungan hidup nilai-nilai bangsanya dari satu generasi ke generasi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar