Rabu, 30 November 2011

BAB 1


Pengertian , Tujuan Ilmu Sosial Dasar (ISD)
ISD adalah pengetahuan yg menelusuri masalah sosial, khususnya masalah yg diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan Teori (fakta dan konsep) yg berasal dari berbagai bidang pengetahuan  seperti Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Politik, Ekonomi, Psikologi Sosial dan Sejarah.
ISD merupakan suatu usaha yang dapat memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep yg dikembangkan untuk melengkapi gejala sosial agar daya tanggap nilai, persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan , sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya menjadi lebih besar.
Ilmu Sosial Dasar mempunyai tujuan agar mahasiswa  dapat memahami dan menyadari adanya kenyataan sosial dan masalah sosial yang ada di masyarakat, peka terhadap masalah  sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha menanggulanginya, dan menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul  di dalam masyakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya, mempelajarinya, dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.
Sumber : http://elnow.wordpress.com/2011/02/18/tugas-ilmu-budaya-dasar-pengertian-tujuan-isd-dan-ips/








Tiga Kelompok Ilmu Pengetahuan
Berdasarkan sumber filsafat ilmu pengetahuan dapat dikelompokan menjadi tiga:
Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ) :  mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah. Meliputi : fisika, kimia, astronomi, biologi dan lain – lain.
Ilmu-ilmu sosial ( social scince ) : mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini, digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran, karena keteraturan dalam hubungan antara manusia ini tidak dapat berubah dari saat ke saat. Terdiri dari : Sosiologi, Ekonomi, Politik, Antropologi, Sejarah, Psikologi,  Geografi, dll.
Pengetahuan budaya ( the humanities ) : memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Meliputi : Bahasa, Agama, Kesustraan, Kesenian dan lain – lain.
Sumber : http://elnow.wordpress.com/2011/02/18/tugas-ilmu-budaya-dasar-pengertian-tujuan-isd-dan-ips





Persamaan dan Perbedaan ISD (Ilmu Sosial Dasar) dan IPS

Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) mempunyai persamaan dan perbedaan yaitu :

Persamaannya adalah :
a. bahan studi untuk kepentingan program pendidikan/pengajaran.
b. bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
c. materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial.

Perbedaannya adalah :
a. Ilmu Sosial Dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan.
b. Ilmu Sosial Dasar merupakan satu matakuliah tunggal, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran.
c. Ilmu Sosial Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual.








Tiga Golongan Bahan Pelajaran ISD (Ilmu Sosial Dasar)
Yang pertama konsep-konsep sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial
Kedua, masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan sosial yang antara satu dengan yang lain saling berkaitan
Dan ketiga, kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu. Kenyataan sosial tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu sosial, karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangnya. Dalam Ilmu Sosial Dasar kita menggunakan pendekatan interdisiplin/multidisiplin.












Pengertian Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan

Penduduk, masyarakat, dan kebudayaan adalah konsep yang berhubungan satu sama lain. Penduduk bertempat tinggal di dalam suatu wilayah tertentu, dan terbentuknya suatu masyarakat di wilayah tersebut.  Hubungan antara masyarakat dengan kebudayaan adalah hubungan dwi tunggal, yang merupakan kebudayaan adalah hasil dari masyarakat. Kebudayaan bisa terlahir, tumbuh, dan berkembang dalam suatu masyarakat, sebaliknya tidak ada suatu masyarakat yang tidak didukung oleh kebudayaan. Jadi, hubungan antara masyarakat dan kebudayaan adalah hubungan yang saling menentukan.
Penduduk adalah orang yang mendiami suatu wilayah tertentu, menetap dalam suatu wilayah, tumbuh dan berkembang dalam wilayah tertentu pula.
Masyarakat adalah suatu kehidupan sosial manusia yang menempati wilayah tertentu, yang keteraturannya dalam kehidupan sosialnya telah dimungkinkan karena memiliki pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya. Hal yang terpenting dalam masyarakat adalah pranata sosial, tanpa pranata sosial kehidupan bersama didalam masyarakat tidak mungkin dilakukan secara teratur. Pranata sosial adalah perangkat peraturan yang mengatur peranan serta hubungan antar anggota masyarakat, baik secara perseorangan maupun secara kelompok.
Kebudayaan adalah hasil budi daya manusia, ada yang mendefinisikan sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Karya manusia menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, sedangkan rasa mewujudkan segala norma dan nilai untuk mengatur kehidupan dan cipta merupakan kemampuan berpikir dan kemampuan mental yang menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan.

PERKEMBANGAN PENDUDUK DUNIA
Tahun
jumlah penduduk
perkembangan pertahun
1830
1 milyard
-
1930
2 milyard
1%
1960
3 milyard
1,75%
1975
4 milyard
2,2%
1987
5 milyard
2%
1996
6 milyard
2%
2006
7 milyard
2%

Table tersebut tertulis bahwa penduduk semakin cepat berkembang.

Sumber : http://vncyssie.wordpress.com/page/3/











Angka Kelahiran Penduduk  Di Indonesia Dari Tahun 1990 Sampai 2011


Pertambahan penduduk dalam %
1960-1965
          2,1 %
1965-1970
2,1%-2,1%
1970-1975
2,1%-1,9%
1975-1980
1,9%-1,8%
1980-1985
1,8%-1,7%
1985-1990
1,7%-1,7%
1990-1995
1,7%-1,5%
1995-2000
1,5%-1,3%
2000-2005
1,3%-1,2%
2005-2010
1,2%-1,1%








Ini adalah data pertumbuhan penduduk  di Indonesia berdasarkan sensus penduduk yang dilakukan 5 tahun sekali.Pada tahun ini mengalami penurunan 0,1%  dikarenakan banyaknya tingkat kematian di Indonesia. Oleh sebab itu program penduduk dilakukan dengan cara keluarga berencana (KB).
(sumber data penduduk 2011)








Faktor-Faktor Demografi Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Penduduk

            Ada 3 faktor utama yang mempengaruhi kecepatan pertumbuhan penduduk,  yaitu:
  1. Kelahiran (Fertilitas)
  2. Kematian (Mortalitas)
  3. Perpindahan (Migrasi)
Faktor Demografi yang lainnya, yaitu :
  • Struktur umur
  • Struktur perkawinan
  • Umur kawin pertama
  • Paritas
  • Disrupsi perkawinan
  • Proporsi yang kawin

Sumber : http://ekypradhana.wordpress.com/2010/11/06/isd1-pertumbuhan-penduduk-dan-faktor-yang-mempengaruhi/







Rumus Tingkat Kematian
Kematian terdiri dari 2 tingkat yaitu:
1. tingkat kematian kasar
tingkat kematian kasar adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun perjumlah penduduk pertengahan tahun tersebut.
Rumus kematian kasar adalah:
CDR= D K
PM
Keterangan :   D= jumlah kematian
PM= penduduk pertengahan tahun
K=konstanta=1000
Sedangkan penduduk pertengahan tahun dapat dicari dengan:
1. Pm=1/2 (P1+P2)
2. Pm=P1+(P2-P1)/2
3. Pm=P2-(P2-P1)/2
Keterangan :   Pm= jumlah penduduk pertengahan tahun
P1= jumlah penduduk pada awal tahun
P2= jumlah penduduk pada akhir tahun
2. tingkat kematian khusus
tingkat kematian khusus adalah dipengaruhi faktor umur, jenis kelamin, pekerjaan.
Rumus kematian khusus adalah:
ASDRi= Di x k
pmi
Keterangan:    Di = kematian penduduk kelompok umur i
Pm = jumlah penduduk pada pertengahan tahun kelompok umur i
K = konstanta (=1000)
Sumber : http://vncyssie.wordpress.com/page/3/
Pengertian Migrasi

Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi dapat diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lainnya.
Arus migrasi berlangsung sebagai tanggapan terhadap adanya perbedaan pendapatan antara kota dan desa. Namun, pendapatan yang dimaksud bukanlah pendapatan aktual, melainkan penghasilah yang diharapkan (expected income). Kerangka Skematik ini merupakan aplikasi dari model dekskripsi Todaro mengenai migrasi.
Premis dasar yang dianut dalam model ini adalah bahwa para migran mempertimbangkan dan membandingkan pasar-pasar tenaga kerja yang tersedia bagi mereka disektor pedesaan dan perkotaan, serta memilih salah satunya yang dapat memaksimumkan keuntungan yang diharapkan. Besar kecilnya keuntungan yang mereka harapkan diukur berdasarkan besar kecilnya selisih antara pendapatan riil dari pekerjaan dikota dan didesa, angka tersebut merupakan implementasinya terhadap peluang migran untuk mendapatkan pekerjaan dikota.
contohnya : perpindahan penduduk dari desa ke kota, banyaknya pencari suaka ke australia.

sumber :  http://id.wikipedia.org/wiki/Migrasi







Proses Migrasi, Akibat Migrasi dan  Jenis Struktur Penduduk
Proses migrasi ada 2 yaitu:
1.migrasi bertahap
2.migrasi langsung
Akibat migrasi adalah:
a. urbanisasi (migrasi dari desa ke kota)
b. migrasi antar Negara Indonesia
migrasi internasional dari Indonesia kebanyakan dilaksanakan oleh mereka yang berumur produktif dan kreatifitas tinggi.
Tiga jenis struktur penduduk yaitu:
1. piramida penduduk tua
piramida penduduk tua adalah menggambarkan komposisi penduduk dari pertumbuhan dan sedang berkembang.
2. Piramida stasioner
Piramida stasioner adalah menggambarkan penduduk yang tetap(statis)
3. Piramida penduduk tua
Piramida penduduk tua adalah menggambarkan penduduk dengan penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil.
Sumber : http://vncyssie.wordpress.com/page/3/








Piramida Penduduk

Piramida penduduk stasioner berbentuk granat, bentuk ini menggambarkan jumlah penduduk usia muda seimbang dengan usia dewasa. Hal ini berarti penduduk dalam keadaan stasioner sehingga pertambahan penduduk akan tetap diwaktu yang akan datang.

Piramida penduduk muda berbentuk limas, piramida ini menggambarkan jumlah penduduk usia muda lebih besar dibanding usia dewasa. Di waktu yang akan datang jumlah penduduk bertambah lebih banyak. Jadi penduduk sedang mengalami pertumbuhan.
Piramida penduduk tua berbentuk batu nisan, piramida penduduk muda berbentuk limas. Piramida ini menggambarkan jumlah penduduk usia muda lebih besar dibanding usia dewasa. Di waktu yang akan datang jumlah penduduk bertambah lebih banyak. Jadi penduduk sedang mengalami pertumbuhan

Sumber : http://slamet-triyono.blogspot.com/2009/10/komposisi-penduduk.html








PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN DI INDONESIA
Indonesia mempunyai zaman prasejarah yaitu dibagi menjadi 2:
a. Zaman berdasarkan teknologi/bahan
b. Zaman berdasarkan social dan ekonomi
a. Zaman berdasarkan teknologi/bahan
1. Zaman batu   :  a. batu tua= alat yang terbuat dari batu kasar dan nomaden
                             b. batu tengah= alat yang terbuat dari batu kasar dan halus
                             c. batu muda= alat yang terbuat dari batu halus
 2. zaman logam : a. zaman tembaga= alat tembaga
                              b. zaman perunggu= alat tembaga+timah
                              c. zaman besi= peleburan biji besi
b. Zaman berdasarkan social dan ekonomi:
1. Zaman berburu              : a. hidup tergantung dengan alam
                                            b.alat kasar
                                            c. goa-goa
2. zaman bercocok tanam : a. memproduksi makanan
                                            b. beternak
                                            c. menetap
3. zaman perundagian       : a. terbentuk perkampungan
                                            b. terbentuk lapisan masyarakat
                                            c. kelompok kerja lebih ketat
Sumber : http://vncyssie.wordpress.com/page/3/





KEBUDAYAAN HINDU, BUDHA DAN ISLAM
 Kebudayaan Hindu-Budha ada 3 (tiga). Yang pertama adalah Perkembangan Tradisi Hindu–Buddha,  contohnya yaitu seni bangunan, seni rupa dan seni ukir,  aksara dan seni sastra. Dibawah ini adalah penjelasannya.
·         Seni bangunan, akulturasi seni bangunan terlihat pada bangunan candi, contohnya adalah Candi Borobudur yang merupakan perpaduan kebudayaan Buddha yang berupa patung dan stupa dengan kebudayaan asli Indonesia, yakni punden berundak (budaya Megalithikum).
·          Seni Rupa dan Seni Ukir, akulturasi di bidang seni rupa dan seni ukir terlihat pada Candi Borobudur yang berupa relief  Sang Buddha Gautama (pengaruh dari Buddha) dan relief perahu bercadik, perahu besar tidak bercadik, perahu lesung, perahu kora-kora, dan rumah panggung  yang di atapnya ada burung bertengger (asli Indonesia).
·         Aksara dan Seni Sastra, pengaruh budaya Hindu–Buddha menyebabkan bangsa Indonesia memperoleh kepandaian membaca dan menulis aksara, yaitu huruf  Pallawa dan bahasa Sanskerta. Kepandaian baca-tulis akhirnya membawa perkembangan dalam seni sastra.  Contohnya cerita Mahabarata dan Ramayana berakulturasi menjadi wayang “purwa” karena wayang merupakan kebudayaan asli Indonesia.
Kedua adalah Sistem Pemerintahan, masuknya pengaruh Hindu dibidang pemerintahan maka muncul pemerintahan yang dipegang oleh raja. Semula pemimpinnya adalah kepala suku yang dianggap mempunyai kelebihan dibandingkan warga lainnya (primus interpares). Raja tidak lagi sebagai wakil dari nenek moyang, tetapi sebagai penjilmaan dewa di dunia sehingga muncul kultus “dewa raja”.
Dan yang ketiga adalah Sistem Kepercayaan, nenek moyang bangsa Indonesia mempunyai kepercayaan menyembah roh nenek moyang (animisme) juga dinamisme dan totemisme. Namun, setelah pengaruh Hindu– Buddha masuk terjadilah akulturasi system kepencayaan sehingga muncul agama Hindu dan Buddha. Pergeseran fungsi candi, contohnya fungsi candi di India sebagai tempat pemujaan, sedangkan di Indonesia candi di samping tempat pemujaan juga ada yang difungsikan sebagai makam (biasanya raja/pembesar kerajaan).
KEBUDAYAAN ISLAM, masuk agama islam ke Indonesia khususnya daerah pulau jawa pada abad ke-15 dan ke-16 yang disebut dengan walisanga.  agama islam masuk ke Indonesia secara damai, karena adanya sikap toleransi. Walisanga berarti Sembilan wali dan masing-masing wali mempunyai peran. Mulai dari maulana malik Ibrahim sebagai tabib di kerajaan hindu majapahit, sunan giri yang disebut koalisi paus dari timur, sunan kalijaga mencipta karya kesenian. Kebudayaan islam dipahami sebagai aktualisasi atas nilai-nilai yang tertanam dalam hati seseorang, kebudayaan jg sangat diperhatikan dalam Islam. Peran kebudayaan yaitu membumikan ajaran Islam yang utama sesuai dengan kondisi dan kebutuhan hidup umat manusia. Jadi, agama bukan kebudayaan, tetapi melahirkan kebudayaan.
SUMBER :  http://vncyssie.wordpress.com/page/3/












KEBUDAYAAN BARAT
Awal kebudayaan Barat masuk ke negara Indonesia ketika terjadi penjajahan, terutama bangsa Belanda. Mulai dari penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahan kolonialisme Belanda, Indonesia telah dijajah selama 350 tahun.
Dipusat kekuasaan pemerintahan Belanda, dikota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur Barat. Dalam kurun waktu itu juga, dikota-kota pusat pemerintahan terutama di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial. Lapisan Sosial pertama, terdiri dari kaum buruh dari berbagai lapangan pekerjaan. Lapisan kedua, adalah kaum pegawai. Dalam lapisan sosial kedua inilah pendidikan Barat di sekolah-sekolah dan kemampuan dan kemahiran berbahasa Belanda menjadi syarat utama untuk mencapai kenaikan kelas sosial.

            Akhirnya masih harus disebut pengaruh kebudayaan Eropa yang masuk juga kedalam kebudayaan Indonesia, ialah agama katolik dan agama kristen protestan. Agama-agama biasanya disiarkan dengan sengaja oleh organisasi-organisasi penyiran agama (missie untuk agama katolik dan zending untuk agama protestan) yang semuanya bersifat swasta. Penyiaran dilakukan terutama di daerah-daerah dengan penduduk yang belum pernah mengalami pengaruh agama hindu, budha, dan islam. daerah-daerah itu misalnya Irian Jaya, Maluku Tengah dan Selatan, Sulawesi Utara dan Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan pedalaman kalimantan.

SUMBER : http://vandredi-blog.blogspot.com/2010/02/kebudayaan-barat.html

BAB 7


HUBUNGAN DESA DAN KOTA.

Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar di antara keduanya terdapat hubungan yang erat, bersifat ketergantungan, karena di antara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras, sayur¬mayur, daging dan ikan.Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis¬jenis pekerjaan tertentu di kota, misalnya saja buruh bangunan dalam proyek¬proyek perumahan, proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja-pekerja musiman. Pada saat musim tanam mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan di bidang pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.

Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yang juga diperlukan oleh orang desa seperti bahan-bahan pakaian, alat dan obat-obatan pembasmi hama pertanian, minyak tanah, obat-obatan untuk memelihara kesehatan dan alat transportasi. Kota juga menyediakan tenaga-tenaga yang melayani bidang¬bidang jasa yang dibutuhkan oleh orang desa tetapi tidak dapat dilakukannya sendiri, misalnya saja tenaga-tenaga di bidang medis atau kesehatan, montir¬montir, elektronika dan alat transportasi serta tenaga yang mampu memberikan bimbingan dalam upaya peningkatan hasil budi daya pertanian, peternakan ataupun perikanan darat.

Dalam kenyataannya hal ideal tersebut kadang-kadang tidak terwujud karena adanya beberapa pembatas. Jumlah penduduk semakin meningkat, tidak terkecuali di pedesaan. Padahal, luas lahan pertanian sulit bertambah, terutama di daerah yang sudah lama berkembang seperti pulau Jawa. Peningkatan hasil pertanian hanya dapat diusahakan melalui intensifikasi budi daya di bidang ini. Akan tetapi, pertambahan hasil pangan yang diperoleh melalui upaya intensifikasi ini, tidak sebanding dengan pertambahan jumlah penduduk, sehingga pada suatu saat hasil pertanian suatu daerah pedesaan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan penduduknya saja, tidak kelebihan yang dapat dijual lagi. Dalam keadaan semacam ini, kotaterpaksa memenuhi kebutuhan pangannya dari daerah lain, bahkan kadang-kadang terpaksa mengimpor dari luar negeri. Peningkatan jumlah penduduk tanpa diimbangi dengan perluasan kesempatan kerja ini pada akhirnya berakibat bahwa di pedesaan terdapat banyak orang yang tidak mempunyai mata pencaharian tetap. Mereka ini merupakan kelompok pengangguran, baik sebagai pengangguran penuh maupun setengah pengangguran.




ASPEK POSITIF DAN NEGATIF
Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola kehidupan sosial , ekonomi , kebudayaan dan politik . Kesemuanya ini akan dicerminkan dalam komponen – komponen yang memebentuk struktur kota tersebut . Jumlah dan kualitas komponen suatu kota sangat ditentukan oleh tingkat perkembangan dan pertumbuhan kota tersebut.
Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan , seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi :
-          Wisma : Untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya.
-          Karya : Untuk penyediaan lapangan kerja.
-          Marga : Untuk pengembangan jaringan jalan dan telekomunikasi.
-          Suka : Untuk fasilitas hiburan, rekreasi, kebudayaan, dan kesenian.
-          Penyempurnaan : Untuk fasilitas keagamaan, perkuburan, pendidikan, dan utilitas umum.
Untuk itu semua , maka fungsi dan tugas aparatur pemerintah kota harus ditingkatkan :
a)    Aparatur kota harus dapat menangani berbagai masalah yang timbul di kota . Untuk itu maka pengetahuan tentang administrasi kota dan perencanaan kota harus dimilikinya .
b)    Kelancaran dalam pelaksanaan pembangunan dan pengaturan tata kota harus dikerjakan dengan cepat dan tepat , agar tidak disusul dengan masalah lainnya ;
c)    Masalah keamanan kota harus dapat ditangani dengan baik sebab kalau tidak , maka kegelisahan penduduk akan menimbulkan masalah baru ;
d)    Dalam rangka pemekaran kota , harus ditingkatkan kerjasama yang baik antara para pemimpin di kota dengan para pemimpin di tingkat kabupaten tetapi juga dapat bermanfaat bagi wilayah kabupaten dan sekitarnya .
Oleh karena itu maka kebijaksanaan perencanaan dan mengembangkan kota harus dapat dilihat dalam kerangka pendekatan yang luas yaitu pendekatan regional . Rumusan pengembangan kota seperti itu tergambar dalam pendekatan penanganan masalah kota sebagai berikut :
1)    Menekan angka kelahiran
2)    Mengalihkan pusat pembangunan pabrik (industri) ke pinggiran kota
3)    Membendung urbanisasi
4)    Mendirikan kota satelit dimana pembukaan usaha relatif rendah
5)    Meningkatkan fungsi dan peranan kota – kota kecil atau desa – desa yang telah ada di sekitar kota besar
6)    Transmigrasi bagi warga yang miskin dan tidak mempunyai pekerjaan.

Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan mengandung 5 unsur yang
meliputi :
1. Wisma : unsur ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga. Unsure wisma ini menghadapkan :
a. dapat mengembangkan daerah perumahan penduduk yang sesuai
dengan pertambahan kebutuhan penduduk untu masa mendatang
b. memperbaiki keadaan lingkungan perumahan yang telah ada agar
dapat mencapai standar mutu kehidpan yang layak, dan
memberikan nilai-nilai lingkungan yang aman dan menyenangkan
2. Karya : unsur ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota,
karena unsur ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.
3. Marga : unsur ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk
menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat lainnya
didalam kota, serta hubungan antara kota itu dengan kota lain atau daerah
lainnya.
4. Suka : unsur ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi
kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan,
kebudayaan dan kesenian
5. Penyempurna : unsur ini merupakan bagian yang penting bagi suatu kota,
tetapi belum secara tepat tercakup ke dalam keempat unsur termasuk
fasilitas pendidikan dan kesehatan, fasiltias keagamaan, perkuburan kota
dan jaringan utilitas kota.

BAB 6




Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat
Kesamaan derajat itu merupakan sesuatu yang bisa dikatakan atau sesuatu yang selalu berhubungan dengan status. Kesamaan derajat terkadang dapat membuat seseorang merasa menjadi lebih berwibawa, dan biasanya orang yang mempunyai sifat seperti itu rasanya dia ingin selalu disegankan di sekitar atau di lingkungan tempat tinggalnya. Sifat yang seperti ini sangat tidak baik. Dalam hidup bertetangga kita jangan sampai mempunya sifat yang seperti itu, karna itu akan membuat hubungan antar tetengga menjadi tidak harmonis dan itu rasanya sangat tidak enak dan nyaman. Dalam hidup bertetangga kita harus selalu tanamkan prinsip bahwa apa yang kita inginkan harus sesuai dengan apa yang kita rasakan. Pelapiasn social bisa kita sebut sebagai sebuah urutan atau tingkatan , pelapisan sosial bisa dikatakan sama dengan kesamaan derajat, ke dua-duanya  memiliki tali hubungan yang erat , karena kedua hal ini sangat berkaitan antar yang satu dengan yang lain.maka dari itu, semua atau sebagian orang yang mengkritik hal ini , karena bila tak mengkritik , orang itu bias dikatakan akan keterlaluan terhadap semua hak dan kewajiban yang harus dibagi sama ratakan terhadap semua orang, tetapi semua itu kembali pada individual masing-masing atau pribadi diri kita, karena semua itu kita yang melakukan dan melaksanakan jadi kita juga yang akan rasakan jika kita biasa melakukan sesuai  yang ditetapkan.
Banyak sekali contoh kejadian yang menggambarkan tentang hubungan antara pelapisan sosial dengan kesamaan derajat. Salah satu contoh dalam lingkungan kita, kita dapat temukan hal ini di lingkungan kita sendiri, bagi orang yang memiliki lapisan social tertinggi di lingkungannya , maka orang itu juga akan mendapatkan sesuatu yang istimewa di masyarakatnya, seperti dihormati , dihargai , serta memiliki wibawa yang sangat tinggi,   karena mereka memiliki tempat atau derajat yang sangat dihormati ,tetapi semua itu kembali terhadap kepada individu. Masih banyak contoh lainya, pelapisan social dam kesamaan derajat memiliki cangkupan yang sangat luas , kita akan temukan dalam mendapatkan pekerjaan , dalam memilih pasangan pun terkadang dilihat dari hal ini. Oleh karena itu , kita sebagai manusia harus bersikap adil terhadap sesama manusia ,kita satu jenis ciptaan ALLAH yang memiliki jenis pria dan wanita, marilah berbagi terhadap sesama, berlaku adil untuk mencapai semuanya.




Elite dan Massa
2 01 2010
Dalam pengertian umum elite menunjukkan sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti lebih khusus lagi elite adalah sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan  kecil yang memegang kekuasaan.
Dalam cara pemakaiannya yang lebih umum elite dimaksudkan : “ posisi di dalam masyarakat di puncak struktur struktur sosial yang terpenting, yaitu posisi tinggi di dalam ekonomi, pemerintahan, aparat kemiliteran, politik, agama, pengajaran, dan pekerjaan-pekerjaan dinas.” Tipe masyarakat dan sifat kebudayaan sangat menentukan watak elite. Dalam masyarakat industri watak elitnya berbeda sama sekali dengan elite di dalam masyarakat primitive.
Istilah massa dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementer dan spotnan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd, tetapi yang secara fundamental berbeda dengannyadalam hal-hal yang lain. Massa diwakili oleh orang-orang yang berperanserta dalam perilaku missal seperti mereka yang terbangkitkan minatnya oeleh beberap peristiwa nasional, mereka yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebgai dibertakan dalam pers atau mereka yang berperanserta dalam suatu migrasi dalam arti luas. Ciri – ciri massa adalah :
  • Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata sosial, meliputi orang-orang dari berbagai posisi kelas yang berbeda, dari jabatan kecakapan, tignkat kemakmuran atau kebudayaan yang berbeda-beda. Orang bisa mengenali mereka sebagai masa misalnya orang-orang yang sedang mengikuti peradilan tentang pembunuhan misalnya malalui pers
  • Massa merupakan kelompok yagn anonym, atau lebih tepat, tersusun dari individu-individu yang anonym
  • Sedikit interaksi atau bertukar pengalaman antar anggota-anggotanya